DESA PAJANANGGER DARURAT TRANSPORTASI DARAT

Pajanangger, selasa 2 Januari 2021 kembali melakukan kerja bakti di jalan sok-sok di ikuti oleh lapisan masyarakat, baik tua maupun muda. Kerja bakti ini sama dengan kerja bakti pada tahun lalu, di timbun memakai pasir dan batu, di angkut memakai pick up / Cerry.


Desa Pajanangger adalah salah satu desa yang terletatak di bagian selatan kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dengan kapasitas penduduk sekitar 7110 jiwa dengan luas wilayah 4.582.80 km². Desa Pajanangger adalah desa yang tertinggal. Biasanya, setiap kali masyarakat desa Pajanangger mau pergi ke Arjasa selalu melalui jalur taksi laut, dari dusun pajen menuju sungai batu-batu dengan hitungan kos yang di keluarkan adalah, 15.000 per orang, 10.000 per sepeda motor untuk satu kali pergi. Berarti kalau pulang-pergi kos yang di keluarkan hanya untuk biaya transportasi adalah 50.000 lain minyak motor. Dengan kos yang begitu besar yang di keluarkan oleh masyarakat desa Pajanangger setiap kali pergi ke Arjasa, ini juga di kejar-kejar waktu, karena jadwal taksi dari dermaga dusun Pajen menuju sungai batu-batu, berangkat jam 07.00 pulang sekitar jam 12.00. Hal ini tentu sangat membatasi dan mencekam perekonomian bagi masyarakat desa Pajanangger. Selain itu, dengan jalur seperti ini, ada banyak hal darurat, seperti orang sakit yang mau berobat, orang yang mau melahirkan harus di bawa ke rumah sakit, dan banyak lagi masalah darurat yang membuat masyarakat desa Pajanangger harus mengeluarkan kos yang lebih tinggi dari biasanya dengan mencalter bot cepat.

Tahun 2015, bapak Suhrawi sebagai kepala desa yang terpilih menjadi kepala desa Pajanangger pada pilihan serentak pada tahun 2015, dan pada akhir tahun 2015 bapak Suhrawi membuat terobosan, bapak Suhrawi membuka jalur sok-sok sebagai lintasan dari Pajanangger menuju Arjasa dengan cara membuat badan jalan dengan harapan bisa di nikmati oleh seluruh Masyarakat, terutama bagi masyarakat Desa Pajanangger. Dengan kapasitas yang di miliki oleh desa, tentu jalan yang di buatnya tidaklah maksimal, hanya sekedar bisa di lalui, baik oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Dengan terbukanya jalan sok-sok, hal ini sangat berdampak positif bagi masyarakat Pajanangger, karena masyarakat desa Pajanangger sangat butuh akan adanya jalan, dan ini tentu sangat membantu mengurangi pengeluaran kos yang jauh lebih murah, biasanya 50.000 kini menjadi 10.000, dan tidak lagi di kejar-kejar oleh waktu.

Namun, dengan keadaan jalan yang belum maksimal, maka keadaan jalan sok-sok di setiap musim penghujan mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, bapak Suhrawi mengajak aparat dan masyarakat untuk bekerja bakti, menimbun jalan sok-sok dengan pasir dan batu, tentu tujuannya agar supaya masyarakat bisa melalui jalan ini walau musim penghujan, dan dengan adanya jalan sok-sok sebagai jalur Pajanangger-Arjasa juga bisa menjadi faktor lancarnya jalan perekonomian.

Hari ini, tanggal 2 Februari 2021, bapak Suhrawi yang kini sudah purna masa jabatannya pada kamis 24 Desember 2020, kini masih tetap melakukan rutinitas tahunan, yaitu melakukan kerja bakti di jalan sok-sok. Seluruh lapisan masyarakat hadir, dan 12 pick up mengangkut pasir dan batu. Kerja bakti ini di mulai pada jam 07.00 selesai pada jam 14.30. Hal ini di lakukan dengan alasan yang sama seperti dia atas, karena ini menyangkut kepentingan orang banyak (kepentingan umum). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Technikal Meeting Turnamen Sepak Bola Pajanangger CUP IV 2025